Cheap Web HostingFree Website TemplatesFree Joomla TemplatesFree MoneyPoze DesktopImagini DesktopDeposit PokerFree Poker Money No Deposit BonusFree Joomla 1.6 Templates

PostHeaderIcon FSLDK DIY Tolak Pencabutan UU Penodaan Agama

YOGYAKARTA – Trijaya FM Yogyakarta, Ratusan massa dari Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) DIY hari ini turun ke jalan menolak pencabutan UU Penyalahgunaan  dan/atau Penodaan Agama.Massa FSLDK bersama sejumlah elemen lain seperti FSRMY, FUI, MMI serta DDII. Sebelum berunjukrasa di DPRD DIY, pengunjukrasa mengawali aksi dari kantor Depag serta MUI.

 

“ Agama di Indonesia hanya Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Kong Huchu. Jika UU tersebut dicabut riskan terjadi penodaan atau penyesatan agama,’ kata Bhayu Tri Alamsyah, Koordinator aksi, di DPRD DIY, Senin (8/2/2010).

 

Ia menambahkan penyalahgunaan kepercayaan dan ibadah yang menyerupai agama itu nantinya bisa menyebabkan terjadinya penodaan sebuah agama. Disamping itu dengan dicabutnya UU itu ditakutkan akan menyuburkan penyimpangan agama atau aliran  sesat, serta memicu konflik sosial.

 

Read more...

 

PostHeaderIcon Lindungi Pedagang Tradisional, Jarak Toko Modern Dengan Pasar Tradisional Minimal 1,5 KM

BANTUL – Trijaya FM Yogyakarta, Pendirian toko modern di Kabupaten Bantul pada saat ini tetap diizinkan dengan berbagai persyaratan. Antara lain, jarak antara toko modern dengan pasar tradisional minimal 1,5 km, dan jarak antara toko modern dengan toko modern lainnya minimal 1 km. Ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan Bupati Bantul Nomor 12 Tahun 2010 tentang Penataan Toko Modern di Kabupaten Bantul, yang dikeluarkan  tanggal 30 Januari 2010.

 

Pada prinsipnya, penataan tersebut dikeluarkan untuk melindungi dan menjaga keseimbangan pertumbuhan toko modern  dan pasar tradisional di Kabupaten Bantul. Sedangkan untuk mall, super mall atau plaza, izin pendiriannya masih ditangguhkan.  Demikian dikatakan oleh Kepala Dinas Perijinan Kabupaten Bantul, Drs. Helmi Jamharis, MM.

 

“Sebelum dikeluarkan perbup tersebut telah dilakukan survei untuk mendata jumlah toko modern di Kabupaten Bantul. Saat ini tercatat sebanyak 96 toko modern, tersebar di 16 kecamatan, hanya di Kecamatan Dlingo yang belum ada toko modern. Dikhawatirkan jika pendirian toko modern tidak  diatur akan dapat merugikan dan mematikan usaha kecil, koperasi serta pasar tradisional di sekitarnya. Dengan keluarnya Perbup ini diharapkan dapat memberikan kepastian  kepada masyarakat yang ingin berwira usaha di bidang itu”, jelas Helmi, Senin, 8/2/2010

 

Read more...

 

PostHeaderIcon Ratusan Siswa SD di Bantul Gelar Doa dan Pengumpulan Koin Untuk Bilqis

BANTUL – Trijaya FM Yogyakarta, Ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) Unggulan, Kadirojo, Palbapang, Kabupaten Bantul, DIY, bersama dengan para guru menggelar doa bersama untuk kelancaran operasi cangkok hati kepada balita pengidap kelainan saluran empedu tidak terbentuk (atresia bilier), Bilqis Anindya Passa dan kesembuhan balita putra dari Doni Ardianta Passa (33). Tak hanya menggelar doa untuk kelancaran operasi cangkok hati, para siswa dan guru juga mengumpulkan koin yang nantinya dapat sedikit meringankan biaya operasi Biqis.
 
Doa yang dimulai pukul 07.00 WIB dipimpin oleh salah seorang guru, Nunung Shintia dihalaman sekolah yang diikuti secara khusyuk oleh seluruh siswa dan guru. Usai doa digelar selanjutnya para siswa mengumpulkan koin ke sebuah kotak yang telah disiapkan oleh para guru sebelum siswa kembali ke dalam ruangan kelas untuk mengikuti pelajaran seperti hari biasanya.
 
Nunung Shintia menyatakan doa ini diikuti oleh 114 siswa Sekolah Dasar (SD) Unggulan, Kadirojo, Palbapang, Kabupaten Bantul. Seluruh siswa di SD ini sebanyak 204, namun karena gedung sekolah terpisah sehingga doa ini hanya diikuti oleh 114 siswa dan guru.
 
“Kita berharap dengan doa dan pengumpulan koin ini dapat memberikan sedikit keringanan bagi Bilqis dan keluarganya. Ini juga menanamkan kepekaan social bagi para siswa kita”katanya, Senin, 8/2/2010
 

Read more...

 

PostHeaderIcon Demo Dengan Kerbau, Sosiolog UGM: Itu Ekspresi Kegemasan Kepada Pemerintah Tak Dengar Rakyat

YOGYAKARTA – Trijaya FM Yogyakarta,  Aksi demontrasi yang menggunakan hewan seperti kerbau yang ditempeli poster Presiden SBY di bagian muka dan bokongnya merupakan luapan ekspresi kegemasan, kekesan dari kalangan masyarakat atas kinerja dari pemerintahan SBY-Boediono yang belum menyentuh dari keinginan masyarakat.

 

“Jika tuntutan dari masyarakat itu diikuti dengan penyelesaian persoalan masyarakat tentunya masyarakat ataupun pelaku demo tidak akan membawa kerbau untuk ikut berdemo. Pemerintahpun jika menanggapi itu dengan elegan maka tidak akan sampai kerbau kembali ikut berdemo”terang DR. Susetyawan, Pengamat Sosial dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Jumat, 5/2/2010

 

Menurutnya jika saat ini masyarakat menggunakan kerbau untuk berdemo dan tuntutan dari mereka tidak ditanggapi secara elegan oleh pemerintah maka ke depannya tidak hanya kerbau yang akan diajak berdemo, namun aksi akan berlanjut kepada hal yang kasar.

 

Read more...

 

LIVE STREAMING

Anda Pengunjung ke:
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday115
mod_vvisit_counterYesterday82
mod_vvisit_counterThis week197
mod_vvisit_counterThis month755
mod_vvisit_counterAll18650
Who's Online
We have 2 guests online