BANTUL – Trijaya FM Yogyakarta, Paska tewasnya 7 orang warga Kota Yogyakarta dan 2 orang dari Kabupaten Bantul, Yogyakarta, seluruh penjual minuman keras tradisonal jenis “lapen” di Kabupaten Bantul memilih untuk tutup sementara mengindari razia dari petugas yang saat ini tengah gencar dilakukan untuk mengantisipasi semakin banyaknya jatuh korban tewas akibat miras oplosan.
“Sejak merebaknya korban tewas akibat miras oplosan lapen kita menggencerkan operasi miras jenis ‘lapen”namun semua warung yang biasanya menjual “lapen” tutup semua”ujar AKP Faturrahman, Kasat Narkoba, Polres Bantul, Yogyakarta, Kamis, 11/2/2010
Menurutnya pedagang miras oplosan jenis “lapen” yang beroperasi di Kabupaten Bantul sebanyak tiga orang tersebar di beberapa titik. Kesemuanya merupakan pelaku lama yang sering terjaring rasia baik oleh petugas Polri Polres Bantul.
“Para penjual minuman keras jenis “lapen” ini kita sinyalir merupakan jaringan, sehingga ketika warung lapen di Kota Yogyakarta tutup dan diikuti oleh pedagang lapen lain di wilayah yang berbeda hal ini menunjukkan bahwa para penjual miras jenis “lapen” merupakan jaringan” tandasnya
Pemberantasan miras baik jenis lapen atau jenis pabrikan, kata Faturrahman tidak saja terletak pada pihak aparat kepolisian maupun Sat Pol PP, namun juga dari pemuka agama, tokoh masyarakat dan para orang tua untuk melakukan pengawasan terhadap peredaran miras di Kabupaten Bantul.
“Pihak kita selalu berkoordinasi dengan para kyai atau para pimpinan pondok pesantren untuk memberikan sosialisasi tentang bahayanya mengkonsumsi miras”ujarnya.
Faturrahman menambahkan dua korban tewas akibat miras oplosan dari Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul yaitu Eko dan Toni dipastikan juga merupakan satu group dengan 5 korban tewas warga Gondomanan Kota Yogyakarta.
“Mereka tewas karena juga turut pesta miras oplosan dengan 5 warga kota Yogyakarta yang juga tewas akibat miras oplosan”tambahnya (real)
© 2009 TRIJAYA FM YOGYAKARTA
