YOGYAKARTA - Trijaya FM Yogyakarta, Maraknya pemberitaan di media tentang anak perempuan dibawa lari oleh teman facebook disebabkan bukan fasilitas teknologi khususnya facebook namun justru adanya ketidakpedulian dari orang tua kepada anaknya saat bermain internet khususnya saat anak mengakses situs jejaring social facebook.
“Kemajuan teknologi tidak bisa disalahkan, sehingga cara meminimalisir dampak dari teknologi adalah peran orang tua dirumah, peran guru di sekolah dan peran dari pemerintah. Saat ini pemerintah telah membuat UU Pornografi atau UU ITE namun dalam implementasinya sangat jauh dari yang diharapkan”terang Wing Wahyu, Pengamatan IT dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE), Yayasan Keluarga Pahlawan Nasional (YKPN), Yogyakarta, Kamis, 11/2/2010
Kasus yang terjadi melalu situs jejaring facebook ini kata Wing, juga menunjukkan adanya gap atau kesenjangan yang sangat besar antara generasi tua dengan generasi muda. Orang tua lebih banyak tidak peduli dengan anak-anaknya saat mengakses internat digunakan untuk kepentingan apa, namun semua permintaan anak untuk mengakses internet tetap diberikan seperti membelikan phone cell yang bisa digunakan untuk facebook-an atau hal yang lain.
“Orang tua yang tidak peduli dengan aktivitas anaknya terhadap internetnya nanti akan terkejut jika anaknya justru membuka situs porno, menyimpan gambar atau video porno. Orang tua akan geleng-geleng mana kala anaknya masih SD sudah menyimpan gambar porno dan lainnya”terangnya
Lebih lanjut Wing menyatakan melakukan pengawasan terhadap anaknya saat mengakses internet tidak harus secara langsung, namun dapat dilakukan dengan menanyai anaknya situs apa yang sedang diakses, teman siapa didalam facebook.
“Dengan pemantauan secara tidak langsung sedikitnya akan menekan dampak negative dari kemajuan teknologi yang tidak mungkin lagi terbendung” tambahnya (real)
© 2009 TRIJAYA FM YOGYAKARTA
