YOGYAKARTA – Trijaya FM Yogyakarta, Labuhan Ageng keraton Yogyakarta kembali digelar di pantai Parangkusumo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Labuhan Ageng Keraton Yogyakarta yang dilaksanakan setiap 8 tahun sekali atau setiap satu windu ini dan berlangsung setiap tahun dal.
Labuhan Ageng Keraton Yogyakarta ini tidak saja hanya dilakukan di Pantai Parangkusumo, namun juga dilakukan di Gunung Merapi, Gunung Lawu dan Dlepih Kahyangan. Empat lokasi dipilih berdasarkan pertimbangan bahwa tempat-tempat tersebut dahulu dipakai oleh raja-raja Mataram (terutama Panembahan) untuk bertapa dan berhubungan dengan roh halus.
Dalam labuhan Ageng di Pantai Parangkusumo, yang dilaksanakan, Senin, 12 Juli 2010 ini diawali dengan membawa benda-benda seperti baju, kain,pusaka, payung Sultan Hamengkubuwono X. Puluhan abdi dalem keraton membawa benda-benda itu di Pendapa Kecamatan Kretek.
Benda-benda milik Sultan Hamengku Buwono X kemudian dibawa menuju Cepuri Parangkusumo untuk diserahkan kepada juru kunci Parangkusumo. Setelah para abdi dalem melakukan ritual do'a di Kompleks Cepuri, benda-benda itu kemudian di larung ke laut.
Juru kunci Pantai Parangtritis Surakso Tarwono menjelaskan pengunjung ritual labuhan Keraton Yogyakarta lambat laun menurun. Salah satu penyebabnya adalah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Pemkab Bantul kurang perhatian atau tidak mengemas kegiatan itudalam bentuk paket wisata.
“Ritual tahunan labuhan di Pantai Parangtritis kurang diminati wisatawan ketimbang di Kabupaten lain, misal Sleman berupa tradisi labuhan Merapi. Padahal kegiatan yang berlangsung sejak puluhan tahun silam ini sarat makna,” ujarnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkab Bantul Suyoto membantah pihaknya tidak menyiapkan paket wisata tahunan. Pasalnya, ritual tahunan itu masuk dalam kalender tahunan kegiatan wisata Kabupaten Bantul. Bahkan, Pemkab telah mempromosikan acara itu kesekolah-sekolah dan kerjasama dengan 16 Kabupaten/Kota se-Indonesia. Sedangkan, penyebab menurunnya jumlah pengunjung labuhan ketimbang tahun lalu adalah berakhirnya masa liburan panjang.
“Libur pajang sekolah telah selesai sehingga pengunjung menurun di kawasan pantai parangtritis dan sekitarnya termasuk pantai Parangkusumo yempat berlangungnya labuhan ageng keratin Yogyakarta,"ujarnya
Last Updated (Tuesday, 13 July 2010 16:02)
© 2009 TRIJAYA FM YOGYAKARTA
